Setelah sudah lama blog ini tidak di-update karena kesibukan kami, kami kira ini waktu yang tepat untuk kembali meng-updatenya lagi.
Tidak terasa telah 1 tahun dan 6 bulan, perjalanan ini telah berlangsung. Tidak terasa pula, kira-kira 3 bulan lagi perjalanan ini akan mencapai salah satu puncak siklus petualangan yang akan kami jalani. Yup!!! 3 bulan lagi… kami akan memasuki fase pernikahan.
Menjelang 3 bulan tersebut, masih banyak yang ingin kami bagi dalam perjalanan yang kami tempuh hingga sampai di titik ini. Di posting kali ini, kami akan berbagi cerita tentang masa sebelum perjalanan ini dimulai. Dan cerita ini akan terbagi menjadi beberapa seri yang penuh dengan kejutan di setiap kisahnya. Sebuah cerita yang mungkin bisa menjadi sebuah referensi tambahan bagi seorang petualang cinta.
The Story That Started This AllSebelum akhirnya kami berdua memulai perjalanan cinta kami, ada sebuah kisah sangat penting yang mendahuluinya. Sebuah kisah yang akan kekal dan menjadi memori indah dalam ingatan kami berdua. Sebuah kisah yang bercerita tentang kebodohan karena cinta, perjuangan akan cinta, hingga tercapainya sebuah equilibrium karena indahnya cinta…
Kami akan menceritakan sebuah cerita yang sebenarnya mengawali warna-warni yang ada dalam perjalanan kami. Bahkan mungkin cerita yang penuh dengan warna-warna kontras, abstrak, tidak teratur goresannya, tetapi akhirnya membentuk sebuah harmoni tak terkira.
Cerita ini bermula sekitar satu sampe setengah bulan sebelum tanggal 9 Juni 2006 (tanggal apakah ini? Lihat posting kami sebelumnya). Alkisah ada seorang pria yang sedang jatuh hati pada seorang wanita yang ia lihat sebagai sosok impiannya sebagai istri bagi dirinya dan ibu bagi anak-anaknya kelak. Sudah setahun mereka berinteraksi, dan di akhir masa interaksi mereka tersebut barulah si pria sadar akan hal itu.
“Wanita inilah yang harus menjadi pasangan pendamping hidupku!!” tekadnya ketika itu. Namun, mengingat berbagai kondisi yang ada, si pria memutuskan untuk menahan dulu keinginan untuk segera menyampaikan perasaan itu pada sosok wanita impiannya.
Semua berjalan baik, hubungan antara pria dan wanita begitu dekat, hingga di suatu ketika, karena adanya faktor eksternal, kondisinya berubah dengan drastis. Sosok wanita impian tersebut dengan terpaksa menjauh dari sang pria, meski mungkin dalam hatinya, wanita tersebut tidak menginginkan untuk melakukan itu. Tapi memang, melihat kondisi yang ada, wajar bila sosok wanita impian tersebut menjauh. Faktor eksternal yang ada menempatkan dirinya pada sebuah posisi yang sangat sulit. Dan itu juga karena si pria yang agak sedikit tidak bisa memperhitungkan situasi dan kondisi yang ada.
Dengan kondisi yang berubah drastis tersebut, sang pria pun galau. Berbagai cara dia lakukan untuk mengembalikan kondisi seperti semula. Bahkan dalam suatu momen, layaknya di film-film India, hanya untuk berbicara dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, pria tersebut harus berlari mengejar sosok wanita impiannya yang terus menolak, bahkan untuk sekadar bersua. Hingga akhirnya, setelah berhasil mengejar, untuk pertama kalinya pria tersebut dengan nekat menyatakan perasaannya pada wanita impiannya.
“Iya, aku suka kamu.. Apa ada yang salah dengan itu..??? Faktor eksternal tidak ada hubungannya dengan ini…!!!” sebutnya. Sayangnya aksi dramatis tersebut malah menjadi kebodohan pertama dari sang pria. Aksinya tersebut malah semakin membuat sosok wanitanya dalam posisi sulit. Dia malah semakin merasa, bahwa faktor eksternal yang muncul, adalah benar adanya.
Akhirnya, bukan kedekatan yang didapat… kedua insan ini semakin menjauh. Sang wanita semakin menutup dirinya. Dan sang pria pun memutuskan untuk memberikan kesempatan pada wanita impiannya untuk menenangkan diri…
Akankah akhirnya mereka akan bersatu…??? Bahkan penjudi paling jago pun mungkin tidak akan berani betaruh untuk itu… Lalu bagaimana akhirnya kisah tersebut berlangsung…??? Ketika itu, tidak ada yang berani memastikan bagaimana kisah ini akan berlanjut...
(to be continued…)